c. 1905–1935
Ekspresionisme mengutamakan intensitas emosional mentah daripada penggambaran realistis. Berasal dari Jerman dan Skandinavia, aliran ini mendistorsi bentuk dan warna untuk menyampaikan kecemasan dan keadaan psikologis.
Seniman & Karya
Edvard Munch
Edvard Munch mengubah trauma pribadi — penyakit, kematian, dan cinta yang gagal — menjadi seni dengan resonansi psikologis universal. The Scream telah menjadi ikon global kecemasan eksistensial.
Lihat biografi →
Christian Rohlfs
Christian Rohlfs sudah berusia lima puluhan dan terlatih dalam realisme akademik ketika perjumpaannya dengan karya Van Gogh dan Munch mengubahnya menjadi salah satu pewarna paling hidup dalam Ekspresionisme Jerman. Dinyatakan sebagai ‘seniman merosot’ oleh Nazi di tahun-tahun terakhirnya, ia tetap melukis diam-diam hingga wafat.
Lihat biografi →
Marsden Hartley
Marsden Hartley menyerap Ekspresionisme Jerman secara langsung di Berlin sebelum perang, menghasilkan potret perwira militer yang berani dan seperti lambang, sarat kesedihan tersembunyi atas kehilangan seorang kekasih. Ia kemudian kembali ke Maine, kampung halamannya, melukis pegunungan dan garis pantainya dengan intensitas emosional yang sama mentahnya.
Lihat biografi →
EN
JA
ID