c. 1840–1880
Realisme menolak idealisme Romantis demi penggambaran kehidupan sehari-hari yang jujur dan tidak sentimental.
Seniman & Karya
John Singer Sargent
John Singer Sargent adalah potret terdepan di era Gilded Age. Sapuan kuasnya yang berani dan ketajaman psikologis menangkap kepercayaan diri dan kecemasan kelas penguasa di puncak kejayaannya.
Lihat biografi →
James Tissot
James Tissot membangun namanya dengan melukis masyarakat London yang modis dengan perhatian nyaris forensik terhadap tekstur sutra, renda, dan kehidupan modern, sebelum sebuah krisis pribadi mengalihkannya ke subjek religius untuk sisa kariernya. Adegan-adegan sosialnya yang ramai dan berkilau tetap menjadi catatan detail yang unik tentang tata krama era Victoria.
Lihat biografi →
Winslow Homer
Winslow Homer adalah salah satu pelukis Amerika terbesar abad ke-19. Ilustrasi Perang Saudara dan pemandangan laut Maine terakhirnya menggabungkan realisme jernih dengan kekuatan formal yang mengantisipasi modernisme Amerika.
Lihat biografi →
Édouard Manet
Édouard Manet mengejutkan Paris lewat Olympia dan Le Déjeuner sur l’herbe, melukis subjek kontemporer dengan sapuan kuas datar dan kejujuran tegas khas Realisme sambil menolak hasil akhir halus yang dituntut Salon. Meski tak pernah berpameran bersama kaum Impresionis, para pengagumnya yang lebih muda — Monet, Renoir, dan Degas — memandangnya sebagai pendahulu penting mereka.
Lihat biografi →
Gustave Courbet
Gustave Courbet mendirikan Realisme dengan menolak melukis apa pun yang belum ia saksikan sendiri, mengejutkan Salon Paris dengan penggambaran monumental para pemecah batu biasa dan pemakaman desa yang dahulu hanya layak bagi raja dan orang suci. Semboyan pembangkangannya, melukis hal nyata yang benar-benar ada, menjadi seruan bagi setiap gerakan seni sesudahnya.
Lihat biografi →
Henri Fantin-Latour
Henri Fantin-Latour paling dikenal lewat lukisan bunga yang diamati secara amat cermat dan potret kelompok avant-garde Paris, menghimpun para penyair dan pelukis seperti Manet dan Whistler dalam satu kanvas sebagai catatan tenang atas sebuah generasi revolusioner. Bunga-bunganya, yang dilukis semata demi keindahannya sendiri, tetap menjadi salah satu lukisan benda mati paling dicari dari abad kesembilan belas.
Lihat biografi →
EN
JA
ID